Saturday 3 January 2026 - 16:20
Wilayah Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib (as) adalah Penyempurna agama Islam

Hawzah/ Hujjatul Islam wal Muslimin Ahmadi Syahroudi, dengan merujuk pada ayat-ayat Surah Al-Ma’idah, menegaskan bahwa imamah merupakan kelanjutan risalah kenabian dan termasuk dasr-dasar agama (ushuluddin), serta menekankan pentingnya keberadaan Imam para Maksum 'alaihimussalam setelah Rasulullah Saw.

Berita Hawzah– Hujjatul Islam Husain Ahmadi Syahroudi, menyatakan: “Ayat mulia ,«الْیَوْمَ یَئِسَ الَّذِینَ کَفَرُوا مِنْ دِینِکُمْ ... الْیَوْمَ أَکْمَلْتُ لَکُمْ دِینَکُمْ وَ أَتْمَمْتُ عَلَیْکُمْ نِعْمَتِی"»,‘Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu’, dengan jelas menunjukkan bahwa dengan pengangkatan Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib 'alaihissalam sebagai wali dan imam, agama Islam telah mencapai kesempurnaannya dan nikmat Ilahi atas kaum mukminin pun menjadi sempurna. Dengan penetapan beliau sebagai imam dan wali kaum mukminin, jalan hidayah umat setelah Rasulullah Saw tetap berlanjut.”

Ustadz hawzah tersebut, dengan menekankan kedudukan luhur imamah dalam sistem keyakinan syiah, menjelaskan: “Imamah dalam mazhab Syiah Imamiyah adalah kelanjutan risalah dari kenabian dan merupakan salah satu dasar agama (ushuluddin), serta dari segi urgensi dan perannya dalam membimbing umat tidak memiliki perbedaan dengan kenabian, kecuali dalam hal penerimaan wahyu.”

Ia menambahkan: “Dalil-dalil rasional dan tekstual yang kuat yang menunjukkan keharusan diutusnya para nabi, dengan kadar yang sama juga menunjukkan keharusan adanya imam setelah Nabi terakhir Saw, karena umat manusia tidak pernah bisa lepas dari keberadaan pembimbing ilahi yang maksum.”

Hujjatul Islam Ahmadi Syahroudi, seraya menyinggung penetapan imam oleh Allah Swt., menyatakan: “Pengenalan dan penentuan imam serta khalifah yang sebenarnya hanya berada dalam kewenangan Allah Swt dan tidak diserahkan kepada manusia yang tidak maksum. Dalam hal ini, hadis mutawatir dan agung ‘Hadis Manzilah’ yang diriwayatkan dalam sumber-sumber Sunni dan Syiah, dengan jelas menunjukkan penetapan Imam Ali bin Abi Thalib 'alaihissalam sebagai pengganti Rasulullah Saw, ketika beliau bersabda: ‘Kedudukanmu atasku adalah sebagaimana kedudukan Harun atas Musa, hanya saja tidak ada nabi setelahku.’ Pernyataan tegas ini menjelaskan posisi dan kedudukan Imam Ali bin Abi Thalib 'alaihissalam dalam sistem kepemimpinan (keimamahan).”

Ia juga menyinggung Hadis Ghadir Khum yang secara historis dan sanad telah terbukti mutawatir di kalangan Sunni dan Syiah, menegaskan: "Mengingkari prinsip imamah dan wilayah bertentangan dengan akal sehat dan nash riwayat. Menolak wujud konkret imamah Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib ‘alaihissalām berarti menafikan dalil yang jelas, sehingga menyimpang dari jalan kebenaran.”

Ustadz hawzah tersebut menutup dengan menekankan pentingnya menjaga dan menjelaskan kedudukan imamah dan wilayah di masa sekarang.

Tags

Your Comment

You are replying to: .
captcha